The Auratic School of FOCCT

“We can see clearly about all the things that people confused”

Focus Counseling and Conditioning Therapy


FOCCT (Focus Oriented Counseling and Conditioning Therapy) adalah terapi yang dilakukan untuk tujuan merubah prilaku sampai pada tahap perubahan spesifik dengan menggunakan metode komunikasi pengenalan  masalah yang terfokus, dengan  menggunakan    pengendalian  kondisi  sampai  pada   batas waktu tertentu (conditioning) untuk  dapat   mencapai   efektivitas hasil yang maksimal.

Ada banyak metode yang berkembang pada saat ini berkenaan dengan pengelolaan    prilaku, salah satu diantaranya adalah FOCCT.         Pada  dasarnya metode ini   merupakan    pengembangan dari beberapa metode yang sudah ada sebelumnya seperti   misalnya RET, ABCD Method,  dan    banyak lagi metode    terapi  yang sampai sekarang masih diterapkan dikalangan praktisi di seluruh dunia.

Untuk  mencapai  rating  tertentu  dalam proses  pengendalian prilaku,  ternyata membutuhkan banyak tahap, yang pada umumnya akan sangat melelahkan, baik bagi klien maupun bagi konselor, dan juga terapisnya.    Kenyataan ini yang mendasari munculnya FOCCT.


Sejarah Berdirinya FOCCT:

FOCCT merupakan penyempurnaan metode FOCT (Focused and Oriented Counseling Therapy),       dikembangkan oleh Mr. Eko Budhi Purwanto melalui proses implantasi ilmiah pada tahun 2004. FOCT sendiri tercetus dari adanya beberapa keluhan sebagian besar klien bahwa   mereka telah banyak   tersita   waktunya untuk keperluan konseling yang tidak pernah    kunjung ada    solusi   yang memuaskan.       Kemudian mereka juga  merasa    bahwa setiap kali meninggalkan bangku konseling, mereka tidak pernah merasa mendapatkan solusi,  karena   pada dasarnya mereka hanya lelah dengan banyak masukan advise teoritis.

Ketika jaman mulai berubah semakin cepat, target  penyelesaian masalah semakin   menumpuk dan          bertambah banyak.    Sementara tuntutan  kepraktisan dalam penerapan   metode konseling juga semakin mendesak. Dalam      proses  perjalanan panjang pelayanan   Mr. Eko Budhi Purwanto bersama Grahita Indonesia-nya, dalam setiap pendekatan yang dilakukan terutama   terhadap    beberapa klien    yang ditanganinya,       beliau lebih menekankan      kepada para   konselornya untuk       menggunakan teknik conditioning bagi penyelesaian setiap kasus yang ada.

Langkah-langkah penciptaan kondisi      yang diberikan secara seksama ternyata membuahkan beberapa   hasil yang minimal membantu proses antisipasi masalah yang ada.

Pada awal tahun 2006    Mr. Eko Budhi bersama     Lembaga Kajian Ilmiah Grahita Indonesia      kembali melakukan implantasi ilmiah terhadap dua metode yakni FOCT dan Sub-Conscious Conditioning Program yang juga merupakan hasil penemuannya manjadi suatu metode baru yang kemudian disebut FOCCT.

Pada tanggal 1 Januari 2007,   seorang praktisi konseling Mr. Brand Fredrick tertarik dengan FOCCT, dan meminta ijin untuk mengembangkan metode ini di Amerika dengan    memberikan   kantornya sebagai pusat Asosiasi FOCCT Internasional, sehingga secara resmi kantor pusat IAFOCCT ditetapkan di Ohio, USA.


FOCCT dengan Masyarakat Dunia

Tidak bisa dipungkiri bahwa saat ini masyarakat sangat membutuhkan bantuan untuk mengatasi segala hal yang berkaitan dengan prilaku maupun tingkah laku. Persoalan-persoalan yang      terjadi     selalu munncul dalam  konotasi yang lebih menyedihkan berkaitan dengan   persoalan sosial, persoalan  spiritual, belum lagi bila ditambah dengan munculnya persoalan   yang berurusan dengan manajemen dan keuangan. Bila anda membayangkan, betapa ramainya manusia lalu lalang di sepanjang jalan. Mereka terus bergerak, berputar seolah tidak pernah berhenti. Sadarkah anda bahwa mereka sedang mencari atau lebih tepatnya mencari sesuatu….            dan yang lebih tepat lagi mereka mencoba sedang menyelesaikan persoalannya. Seperti yang kemudian kita sadari, bahwa  setiap langkah dan gerakan manusia (people movement) akan selalu menyebabkan     gerakan baru bagi manusia lainnya.    Ketika suatu saat di sebuah tempat ditemukan benda aneh, yang menarik perhatian, maka orang-orang lain mencoba berdatangan di tempat itu….    Apa yang akan terjadi berikutnya?   Yang terjadi    berikutnya adalah munculnya beberapa gerakan baru, misalnya, tukang ojek yang membuka  pangkalan baru di sana, tukang bakso, sopir angkot, pedagang kaki lima, dan sebagainya.

FOCCT menjadi bagian dari akibat beberapa gerakan tuntutan masyarakat, sehingga metode ini,     tentu saja  selalu diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat yang selama ini tidak pernah mereka dapatkan.